Please, Buat aku jatuh cinta lagi

Gambar

“ Selamat Pagi menjelangsiang Chay, kamu lagi apa disana…?,Aku hari ini bikin udang krispy dan tumis Kangkung.Hem.. sedaaap Chay. Kamu mau? sini a…!!hem,,,met aktivitas di sana ya Chay,jaga hati,jaga diri!” Rabu, 15 Noph 2006

**

“Chay, semalam aq gag bisa bobo, kamu gag nemeni aq, kamu belum ucapin selamat malam ma aku! Kamu dimana Chay?” Kamis, 16 Noph 2006 at 06:10 Am

“Hem,,,aku masak Gurami goring manis Chay, persis kayak di resto lho..!gag sia-sia aku beli buku resep nich. Sini chay, cicipin!” Kamis, 16 Noph 2006 at 10:00

**

“ Eh, Chay, aku masak Tumis Ati nich, pedes banget, em sayurnya bayam bening. Cocok kan di hari sepanas ini, Kamu disana makan apa chay? Kamu betah banget ya?” Jumat, 17 Noph 2006 ,At 9:11 Am

“Chay, aq di salon nich. Mau creambath and potong rambut, em..luluran juga, ahay.. besok kalo kamu ketemu aku, pasti rambutq udah berubah, ini mau tak potong pendek ya?” Jumat 17 Nop 2006, At 1:15 PM

**

“ Hem,, aku gag betah Chay, aku benar-benar lunglai tanpa hadirmu. Aku sudah terlalu ketergantungan ma kamu. Please, don’t left me alone chay!” Sabtu, 18 Noph 2006, At 05:30 Am

 

“Have Nice dream Chay, paswordq mana? Miss U so much my Bee, never Deep U from my heart. Okey!Luph U! Sabtu, 18 Noph 2006, At 10:16 PM

**

“Chay, qm dah makan belum, Sini sini,, aku bikin opor ayam kampong lho. Kamu mau kan? Em,, sekarang udah gag salah bumbu lagi, beneran dah enak kog!” Minggu, 19 Noph 2006

**

Hany menutup diarynya pagi ini, Ia sudah menuliskan apa yang ingin ia sampaikan pada kekasih hatinya, dengan harapan apa yang ia tuliskan ini, dapat di konveksikan, hingga sampai kepada Oksigen yang dihirup Bian disana. Sudah beberapa hari, Ia tak berkomunikasi sama sekali dengan Bian, laki-laki tambatan hatinya itu saat ini sedang latihan khusus di Gunung Cermai, Tak diijinkan untuk membawa ponsel,atau alat komunikasi lainnya, ini sudah peraturan dan resikonya yang berada dalam  pengawasan Militer Negara. Sebenarnya kesempatan inilah yang akan digunakan Hany, untuk memulai kisah barunya. Ah bukan kisah baru, lebih tepatnya disebut “Target Menjemput Cinta Masa Lalu”

“Hany kuh, gag ada satu bulan kog, ntar kalo ada signal dan kesempatan, aku usahain telpon yach!” Ucap Bian pada Hany Sehari sebelum mereka hilang komunikasi.

Hany hanya bisa berpesan agar Bian selalu waspada dan hati-hati,ia tak ingin terjadi apa-apa dengan laki-laki yang sudah 100% dicintainya itu.

“ Nduk,ingat! Bian tak baik untukmu. Jarak wetonmu dan wetonnya gag bagus. Jauhi dia perlahan Nduk, kalo terus kamu lanjutkan, ini akan berdampak buruk bagi Bian, bisa ada kematian Nduk!” Ucap Kakek Hany, ketika Hany pulang kerumahnya MInggu lalu. Sudah berpuluh kali kakek dan Ibu berpesan pada Hany, agar tidak melanjutkan hubungannya dengan Bian, namun diam- diam, cinta itu terus ada, semakin berkembang dan tumbuh semakin subur di hati Hany. Semakin sering diingatkan, Hany semakin ingin langsung kabur ke Yogya, “ mending tinggal di kos-kosan,daripada dengerin yang nggak-nggak dirumah!” Fikir Hany. Anehnya, gag hanya Ibu dan kakek Hany saja yang berpesan demikian, Bian pun pernah menceritakan bahwa Ibu dan ayahnya juga tidak setuju dengan hubungannya bersama Hany. “Ah, biarlah,kalo jodo gag kan kemana kan Hun?” Ucap Bian menenangkan hati Hany saat itu.

“Kita ini orang berpendidikan, jangan kalah ma mitos, harus ada data dan penelitian kusus yang bisa membuktikan mitos ini, dah santai aja!” Tambah Bian.

Satu tahun menjalani hubungan Long dist dengan Bian, membuat Hany tak lantas mencari gebetan yang lain di Semawang. Ia benar-benra focus pada kuliahnya, dan menjaga kesetiaannya pada Bian. Bayangkan, hanya kenal lewat jejaring social, bisa klik, jadian, dan satu kali ketemuan. Yup, hanya satu kali dalam satu tahun ini, namun Bian selalu ada di setiap hari Hany, ya telpon, ya sms, ya chating, semua hal yang mebuat Hany semakin nyaman dan betah bersama Bian. Entah jenis Zat Adictif apakah manusia yang bernama Bian itu, hingga bisa membuat Hany yang selama ini dikenal sebagai Playgirl plus tomboi, berubah total menjadi sosok yang setia dan Feminim.

**

Daun-daun kering berguguran, melepaskan ikatannya dari sang ranting, Angin yang berhembus lembut membuatnya beserakan menghiasi jalan yang senantiasa ikhlas menunggu belaian dari ribuan daun-daun yang jatuh diatasnya. Lembayung di sore itu sudah mulai kelabu, menghiasi langit kota Semarang. Hany berjalan memasuki sebuah Restoran, matanya sibuk memperhatikan orang-orang yang berada di dalam Resto itu, Sampai pandangannya tertuju pada lambaian tangan seorang laki-laki yang mengenakan Hem coklat bergaris putih.

“Hai,udah lama?” Tanyanya pada Laki-laki itu

Laki-laki itu menyodorkan buku menu pada Hany, gag berapa lama kemudian, ia memanggil pelayan, dan memesan menu yang telah mereka pilih.

“Jadi gimana, kamu mau memulai darimana Han?”

kamui gag usah Tanya dari mana, toh mas dah setuju dengan perjodohan ini       !” Jawab Hnay dengan nada datar. Roni memperhatikan wajah Calon Tunangannya itu, yang sama sekali tak menunjukan adanya indikasi cinta. Ia masih ingat, tiga tahun yang lalu, ketika masih menjadi pacarnya, Hany tak secantik ini, dan tak sejutek ini padanya. Ia sadar, bahwa dia harus berusaha dari awal lagi untuk mendapatkan hati gadis yang telah dipilihakn orang tuanya untuknya itu.

“Em,,aku nggak nyangka kalo orang tua kita saling kenal, dan bersepakat menjodohkan kita. Padahal dulu waktu aku ketauan macarain kamu, Bapakmu marah-marah ma aku,inget gag!”  Ucap Roni, sambil diiringi tertawa kecil yang membuat suasana menjadi cair. Tak berapa lama kemudian, minuman yang mereka pesan datang. Hany mengaduk-aduk minumannya pelan. “Hatiku udah di bawa orang lain Ron!” Celetuk Hany.

“Aku akan mengembalikannya!” Jawab Roni singkat.

“Kamu udah gag ada lagi disini!” Ucap Yukha sambil menunjuk dadanya.

Roni terdiam, dan tak bisa menjawab lagi.

“Kamu masih belum bisa maafin aku Han?Aku benar-benar gag pernah hianatin kamu Han, aku dulu menghilang dari kamu, karna harus focus ke skripsi aku!” Roni mencoba menarik perhatian mata Hany.

“Lantas, gag ngubungi aku, tanpa pamit gitu?, bukan karna Naila?“

“aku gag mau ganggu ujian kamu, kalo terus mikirin aku, bisa-bisa kamu gag lulus SMA waktu itu!”

“Alasan!,,.. Ron, aku sayang banget ma Bian!”

“Aku tau, apalah artinya aku yang hanya seorang  Engineering ini di banding dengan Bianmu itu,anggota BIN ya?”

Hany tersenyum mendengar ucapan Roni. “Iya, keren kan, Badan Intelegen Negara!” Pamer Hany.

“Em,,tapi bukan karena itu kan kamu suka ke dia?”

“Emang aku tipe cew matre ? waktu itu kamu masih nyambi jadi OB pun aku mau!” Hany pun mulai tertawa-tawa bersama Roni.

“Hem.. kamu ya, mau-maunya dulu sama OB!, Hahahhhaahaha”

“Please, buat aku jatuh cinta lagi Ron, buat aku sayang ma kamu seperti dulu!” Ucap Hany sambil menatap wajah Roni lekat-lekat.

Roni menganggukan kepala, dan tersenyum tulus pada Hany.

“ Yuk, kita jemput masa lalu!” Goda Roni pada Hany.

“Mas, 10 hari ya waktumu,Kalo engga bisa sayang ma akmu berarti….!” Kali ini Hany berkata setengah mengancam Roni.

“Lho, lamarannya masih sebulan lagi kog Han!”

“Gag peduli, kalo aku lum suka ma kamu, yo aku tolak Ron!” Jawab Hany, sambil berlalu meninggalkan Roni sendiri. Kali ini Hany ingin menunjukan keegoisannya pada Roni, Benar-benar ingin terlihat menang atas segala suatunya dari Roni.

**

Hany mengotak-atik ponselnya, menyimpani data-data contact teman-temannya yang masih dianggap penting dalam kegiatan kuliahnya dan kehidupannya di Semarang. Selebihnya, tidak lagi ia simpan dalam memory phonenya, termasuk nama “BIAN”. Ia benar- benar ingin memulai kisah barunya bersama Roni. Biarkan 10 hari ini tanpa nama Bian dalam hidupnya. Ia berjanji dalam 10 hari ini, tak ingin muncul di FB,Tweeter, YM, ato segala sesuatunya yang bisa  mengingatkannya pada Bian. “Target, 10 haro harus bisa menyayangi Roni, demi ortuku!” Ucapnya dalam hati, sambil melemparkan HP yang dibelikan Bian, ke dalam laci lemarinya. Ia segera menuju ke kamar mandi,dan tak lupa membawa handuknya. Ia lirik jam mungilnya yang masih menunjukan pukul setengah lima pagi.

Tak berapa lama, Roni datang mengetuk Pintu Kosan Hany. Mereka segera berpamit pada Ibu kost dan Tancap gas menuju Sarangan.

 

Mereka berjalan mengiringi Danau sarangan, Roni minta ijin untuk menggandeng tangan Hany di setiap langkah mereka. “Hem,, tangan kamu dingin banget Han!” Ucap Rony sambil menggenggam erat tangan Hany. Hany tidak menjawab ucapan Roni. Ia terus berjalan mengikuti langkahnya, dan membiarkan matanya menikmati pemandangan kabut yang tampak berayun-ayun di gunung tepian gunung lawu. “Lihat pohon ini, dulu kamu menuliskan nama kita dipohon ini!” Roni menunjukkan Sebuah pohon, dan goresan tulisan yang sudah mulai tak tampak lagi. “Hem.. tulisannya sudah gag keliatan seperti perasaanku yach?” sindir Hany pada Rony. Mereka kembali berjalan, dan tiba-tiba Roni berjongkok sebentar,dan memungut paku yang yang ia lihat. “Singkirin Ron, ntar bisa melukai yang lewat” Ucap Hany. Roni, melepaskan genggaman tangannya pada Hany, ia berbalik arah dan menuju pohon yang tadi. Hany menyusul di belakangnya, dan melihat apa yang dilakukan Roni pada pohon itu. “Nah, sekarang udah jelas kan tulisannya?, seperti perasaanku ke kamu!” Ucap Roni setelah menggoreskan namanya dan Hany pada pohon itu. “Kamu perusak Lingkungan ah!” Hany berkata santai pada Roni, seakan tak menghargai apa yang dilakukan laki-laki itu.

“Bagaimana,kamu menikmati hari ini?” Tanya Roni pada Hany. “Biasa aja, tapi lumayan kog, bisa refresh rasanya” Jawab Hany

“Oke deh, sampe jumpa besok ya!” Roni segera menyetarter motornya, dan berlalu meninggalkan Hany di depan pintu gerbang Kostnya.

**

“Han, besok kita pulang ke Blora ya!” Pinta Roni pada Hany.

“Buat mamerin ke Bapak Ibuku, bahwa kita sudah akrab lagi gitu?” Jawab Hany dengan senyum yang terkesan dibuat-buat.

“Bagaimana perasaanmu sekarang ke aku? tinggal dua Minggu Han..!”

Hany terdiam mendengar pertanyaan dan pernyataan Roni. Ia tak tau, bagaimana perasaannya sekarang ke Roni. Sudahkah cinta itu Tumbuh? Ia sendiri tak tau jawabannya.

“Ron, tolong tinggalin aku dulu.Besok seharian, jangan sms ato telp ato ketemuan ma aku !” Hany berkata dengan nada lembut, seakan ucapannya keluar dari hati yang paling dangkal.

“Kenapa?” Roni bertanya, seakan dia benar-benar tak tau jawabannya.

Roni meninggalkan ruang tamu rumah Kost calon tunangan itu dengan perasaan yang bercampur aduk. Sepuluh hari terlalu singkat baginya untuk memenangkan hati Hany lagi, ditambah Hany yang selalu bersikap cuek terhadapnya. Ia jadi pesimis akan hubungannya dengan Hany.

“Hanyq,Sayankq, Have nice dream ya! Gag usah dipaksain buat sayank lagi ke Aq. Aq sudah bisa menebak apa jawabanmu kelak”  Hany membaca sms yang dikirim oleh Roni yang baru saja masuk ke ponselnya. Hany terketuk hatinya oleh sms itu, ia tak tau harus bagaimana. Sejujurnya ia sudah mulai bisa sedikit melupakan Bian,yach…Se-di-kit!

**

Hany terbangun dari tidurnya. Ia menggrayangi meja di sebelah ranjangnya,ia raih ponselnya, dengan mata yang masih belum terbuka sempurna, ia melihat apakah ada pesan masuk, atau panggilan masuk dari Roni. “Ngga ada!” Bisikknya dalam hati.

Ia baru ingat bahwa kemarin ia meminta Roni untuk tidak menghubunginya, ternyata baru terasa, bahwa sepuluh hari ini, Roni benar-benar total berusaha untuk merebut kembali cintanya. Ia berfikir dalam hati, adakah ia harus menghargai usaha Roni selama beberapa hari ini. “Ah sudah lah, nikmati aja!” Fikirnya dalam hati. Hany segera mandi, dan ingin segera pergi ke kampus, hari ini ada jadwal kuliah pagi bersama dosen yang terkenal sangat tidak menyenangkan. “Aku lo cuek!” bisiknya dalam hati.

Hany membuka kunci aktif ponselnya. Ada satu sms yang masuk. Ia menebak pasti itu Roni. Ternyata tebakannya salah. Kali ini yang sms Ibunya. Ibunya menginginkan agar ia segera pulang. “Hem.. Roni, benar patuh ya?” Bisiknya sendiri.

Malam sudah mulai datang. Acara TV gag ada yang menarik hati Hany.Ia menuju ke kamarnya dan membuka Laptinya. Sudah lama ia tidak membuka Facebooknya. Rasa rindu pada Bian pun hadir lagi. Ia lihat di kronologinya, sama sekali tak ada Bian disana. Lalu iseng Hany membuka emailnya. Ada beberapa pesan di kotak masuk. “Roni Van Putra” Hany menyebut nama Roni di emailnya. Ia buka email dari Roni.

“Haruskah ku mati, mungkinkah ku harus pergi lebih dulu

Agar engkau tahu betapa ku mencintaimu

Semua rasa ini, rindu ini hanyalah untukmu, hanyalah untukmu!

Engkau satu dihatiku..

Izinkan aku memeluk erat tubuhmu

Izinkah aku melepas rasa rinduku

Walau sekejap saja, kupastikan ku kan bahagis

Izinkan aku memegang erat tanganmu

Izinkan aku mencintai dan menyayangimu sampai akhir hidupku

Kau akan selalu ada di hatiku!”

-Bidadari Hatiku- Forsakenplaces

 

Hany tersenyum geli mendengar lagu yang dikirim Roni untuknya. Ia berfikir bahwa Roni memang cerdas, gag boleh menelpon dan sms, eh ia malah mengirim lagu via email. “..ku sayang kamu, ku cinta kamu” Bisik Hany di hatinya.

“ kayaknya cinta ini memang telah kembali, untukmu. Sekarang tolong berilah aku waktu,untuk menumbuhkan rasaku ini ke kamu. Biarlah aku yang membuktikan pada waktu, bukan waktu yang harius aku target untukmu!” Hany berkata denga tenang di hadapan Roni. Kali ini ia berkata jauh lebih ramah dari pada pertemuannya disini sepuluh hari yang lalu.

“Kamu sudah bisa menerima aku lagi?”

“Aku gag tau Ron!”

“ Ga papa, kita tunangan tanpa perasaan cinta pun gag papa, kamu boleh anggapa aku sahabat, sodara, dan pacar kamu, Three in one deh!” Canda Roni ke Hany

“ Ron, aku baru sadar, Orang yang menyayangi kita akan tetap berusaha untuk  tetap dekat ke kita kan, walaupun ada larangan dan halangan apapun!” Ucap Hany pada Roni

“Iyalah, dan satu lagi Han, Sedekat apapun, kalo gga jodoh, mau gimana lagi. Kamu jangan sedih ya, Dia bukan jodohmu, InsyaAllah aku bisa jadi yang terbaik buat kamu dan selalu berusaha jadi yang terbaik dalam hidupmu!”

“Makasih ya, yuk pulang ke Blora!” Ajak Hany pada Roni.

“Sekarang juga!” Roni tersenyum kecil menatap wajah Hany. Ia menggenggam erat tangan gadis yang ia cintai itu. Tak ada satupun ragu lagi di hatinya, untuk memilih Hany jadi pendampingnya.

2 thoughts on “Please, Buat aku jatuh cinta lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s