Cinta dalam Maya

GambarBagiku, kamu lebah manis yang tak akan tega menghisap manisku hanya untuk kesenanganmu, Lebah tampanku yang siap bermutualisme denganku. Kamu cahaya mentari di pagi sunyi ,saat bulan berganti di awal musim semi. Bagiku, tatapan tajam itu,yang terpancar dari matamu, menawarkan kehangatan yang menenangkan. Rayan, ku sebutkan kembali nama itu perlahan, setelah sekian lama terpendam dalam. Rayan, Raja Impian yang selama ini kurindukan. Kau datang membawa kisah nyata yang berona warna dalam hidupku.

Aku tak  peduli lagi, dengan seberapa banyak wanita yang mengagumimu, menginginkanmu atau bahkan benar-benar mencintaimu seperti aku.  Aku sangat tidak peduli, karena ku pastikan cintaku berbeda dengan mereka, yach… sangat berbeda! Aku tau itu.

Ray, Aku bisa merasakanmu tanpa tau wujudmu ataupun menemukan sentuhanmu. Aku sudah terbiasa menyayangimu tanpa tau bagaimana sebenarnya hatimu. Aku bisa menyebut-nyebutmu dalam igauanku,tanpa aku pernah mengenal namamu.  Aku bisa menungguimu, tanpa sadar dan tau, kau dimana saat itu. Bukankah aku seperti tak mungkin ada dalam kehidupanmu? Mungkin kau pikir aku bercanda saat mengatakan bahwa aku sungguh-sungguh mencinta tanpa  ku tau alasannya?

Kau ingat saat itu? Saat ketika aku menyatakan, akhir-akhir ini sering mengagumi senja jingga di ufuk barat sana. Kalau kau pandai menafsirkannya, kau pasti tau mengapa aku sampai mengagumi senja itu. Iya Ray, senja itu membawaku kembali bisa melihat nyatamu. Kau bisa kutemui di dalam nyata, walaupun aku sadar, dan benar-benar belum merasa Abnormal, bahwa kau hanya nyata didalam dunia nan maya, aku tetap mensyukuri itu Ray. Akhirnya kau benar ada.

Dengan mengebalkan diri dari keraguan, hari itu aku memberanikan diri mengatakan perasaanku padamu. Gayung bersambut, kau tersenyum dijauh sana dan mengatakan hal yang sama. Otak kiriku tak berfungsi saat itu. Seluruh kepalaku,dikuasai kananku, dan aku lupa semua keadaanku. Kamu berhasil membuatku gila sejenak. Tak tertahan lagi dan tak sejernih fikiranku dimalam sunyi, aku tak peduli kau merajuk atau berfiksi ria. Ah, seandainya kau nyata dihadapku Ray, mungkin kau akan tahu, betapa  merahnya pipiku saat itu. Kau yang pertama Ray, Entah apa fikirmu disana, yang pasti kamu lelaki pertama yang berhasil membuatku mengakui cintaku.

Terkadang, inginku, aku menemukanmu lebih dulu, sebelum dia menemukanmu, dan dia menemukanku. Aku, kamu. Kita bertemu di saat tak tepat waktu. Iya, tak tepat dan mungkin telah terlambat, kau memilihnya dan aku menerimanya. Dia pandai menahanmu agar kau selalu berwelas asih tinggal disisinya, seolah wajib mencintainya. Sedangkan aku, aku harus berpandai-pandai menjaga diri, agar tak sampai hati meninggalkannya pergi, hanya untuk sebuah kegilaan tentang kemungkinan sebuah “De-Javu” masa kecilku yang kurasa belum berlalu. Pahamilah semua, Diamu dan Diaku sama-sama tak boleh tau tentang kisah ini Ray! Biarlah mereka tetap menjadi terkasih di masing-masing kehidupan kita. Jika kau tanya, mau sampai kapan, dan akan kemana kisah kita ini?Aku tak tau! aku hanya bisa malu-malu merayu Tuhanku, agar mengijinkan lebih lama kebersamaan kita ini. Dalam hati yang terdangkal, sering ku harapkan, ini abadi Ray. Abadi, Kau,Aku… Kita,sebaik mungkin harus saling menjaga cinta nyata dialam maya.

Selamat malam Ray. Lelaplah!

 

6 Nov’12

Disaat Gerimis manis turun,dan kembali mengayunku dalam kerinduan padamu. Aku tetap menunggu, tak mau kisah ini hanya sekedar  DeJavu

3 thoughts on “Cinta dalam Maya

  1. * Terkadang, inginku, aku menemukanmu lebih dulu, sebelum dia menemukanmu, dan dia menemukanku. Aku, kamu. Kita bertemu di saat tak tepat waktu. Iya, tak tepat dan mungkin telah terlambat *

    Today it is a reality, tomorrow is a mystery
    Positive thinking, be assured there is wisdom behind all events.

    1. Hem…
      yes I know, ini adalah kenyataan Van, tapi gimana ya, orang flash fiction biar bagus harus di bumbuin yang gak nyata kan,,emang Fiksi kog!!

      *makasi buat yang sudah mengispirasi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s