my LOVELY, My Mom

Sebenarnya sangat sepele dan mudah mengucapkan kata “Terimakasih”. Namun, pada kenyataannya bukankah kita sering lupa mengucapkannya? Hai kemungkinan juga, orang-orang yang pernah berjasa dalam hidup kita juga sampaitidak tahu,bahwa sesungguhnya mereka pernah mengajari kita suatu hal atau karena berjasa dalam kehidupan kita. Mengingat hal itu, saya menuliskan ini untuk memberitahu pada dunia, siapa orang-orang yang pernah berjasa dalam hidup saya, sadar atau tidak orang tersebut atas kebaikan yang telah mereka buat terhadap diri saya, yang jelas saya ingin mengucapkan “Terimakasih”. Andai saya bisa menjadi penulis ternama, saya  akan tuliskan nama-nama mereka dalam kata penghantar dalam buku-buku saya.

Baiklah, karena Jumat,8 Maret yang lalu adalah hari perempuan Internasional, saya akan mengawali kalimat terimakasih pada Perempuan-perempuan hebat yang telah memotivasi saya untuk ber-asa menjadi perempuan hebat/Tangguh layaknya mereka.

 

  1. My Loved Mother.Gambar

“Mrs. Sulasih”

 

“There arGambare some love in my live, but I know, You are the best Mom”.

Terimakasih, kepada Ibund saya. Mengapa, kalian pasti tahu bukan jawabannya?. Bukan hanya karena beliau adalah Ibu kandung saya, yang mengandung dan melahirkan saya. Namun beliau juga selalu untuk saya. Sedikit perlu kalian tahu teman’s, Ibu saya ini murni/total menjadi ibu rumah tangga sampai saya lulus menjalani masa lajang saya. Dan benar memang seminar parenting yang saya ikuti, bahwa dibalik kesuksesan seorang anak yang hebat pasti ada Ibunya disana.” And,it’s my Mom!”

 

-Saya tahu, saya tidak mempunyai suara yang bagus,TAPI beliau mengatakan bahwa saya pandai membawakan lagu-lagu. SEHINGGA saya berani bernyanyi.

 

-Saya tahu, badan saya tidak gemulai untuk di ajak menari, TAPI beliau mengatakan bahwa saya sangat pandai menari,dan cerdas menghafalkan semua tarian. SEHINGGA Saya mudah menguasai tarian-tarian yang pernah diajarkan oleh guru tari saya (Bu Harum, Pak Bin, Pak Sentot,Mbak Nitha, terimakasih juga ya!). Setidaknya saya selalu mendapatkan tepukan meriah dari penonton ketika saya pentas di panggung, dan Tahun 2009 yang lalu Alhamdulillah saya sempat mencicipi bagaimana rasanya menjadi guru tari di sebuah TK yang cukup ternama di kota saya.

 

                -Saya Tahu, saya tidak Cantik, TAPI beliau mengatakan bahwa bila saya tersenyum, bisa menarik perhatian orang lain. SEHINGGA saya percaya diri untuk bersanding dengan teman2 saya yang sebenarnya memang cantik. Saya berani mengikuti kegiatan modeling,presenter dll. Dan pada 2006 saya berhasil lolos seleksi sebagai “Penyiar” sebuah Radio Swasta di kota saya. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 1 SMA. ( Terimakasih pada 98,7 RAKA FM,  yang selama 5 tahun mendidik saya untuk  menjadi lebih baik) Saya ingat benar, saat itu ada 8 Orang pesaing saya, dan Alhamdulillah saya termasuk yang diterima selain dua orang teman saya.

Ibu juga yang mendorong saya untuk mencintai kesenian Jawa, Menjadi pemain gamelan dan ikut pentas sampai keluar daerah kota saya, Ibu ada bersama saya,karena takut saya merasa kecil nyali, karena satu regu saya adalah yang paling “kecil”. Meskipun Cuma dapat upah Rp 50.000,00 sekali pentas, namun itu cukup menambah pengetahuan saya tentang betapa susahnya mencari Uang.

Karena Ibu jugalah, saya pernah dua kali naik pentas menjadi seorang putri Raja. Bagaimana Bisa? Iya saya pernah dua kali main pentas seni ketoprak di daerah saya. Hei teman’s dari situlah saya sedikit bisa berbahasa jawa yang tingkat kerajaan”Krama alusssss”. (Terimakasih pada Pak dan Bu Wasis, Pak Prasto selaku perangkat desa saya yang pernah melatih saya)

Ibu juga yang memberi semangat kepada saya untuk bergabung pada grup Hadroh di desa saya. Saya ingat benar, semua anggota Grup Hadroh tersebut adalah ibu-ibu, Namun ibu bilang bahwa TIDAK SEMUA ANAK MAMPU DAN MAU SEPERTI SAYA”. Itu suntikan kata-kata yang cukup membuat saya menjadi lebih semangat dalam setiap kegiatan yang saya ikuti.Setiap Perlombaan yang saya ikuti, dari mulai SD,SMP,SMA… Ibu ada di balik semuanya, dan seharusnya piala2 yang dipajang di setiap sekolah saya itu,menjadi milik ibu saya, bagaimana tidak. Setiap malam sebelum Lomba, Ibulah yang melatih saya, yang menunggui saya sampai malam. Lomba Geguritan, Lomba Dongeng, Lomba Presenter walaupun Cuma tingkat kabupaten, namun kemenangan itu  cukup berarti dalam hidup saya. Dan itu semua berkat suntikan Percaya diri yang ditumbuhkan oleh beliau. Saya ingat benar ketika saya kalah di Lomba Olimpiade Biologi saat SMA dulu,itu karena Ibu tidak ada di belakang saya. Ibu sudah tidak bisa  mengajari saya. GambarMungkin karena beliau hanya lulusan SMP, sehingga sudah menyerah jika perlombaan Akademik. DAN HAL  ITULAH YANG MENDORONG SAYA UNTUK BELAJAR lebih baik lagi. Kelak saya ingin bisa mengajari anak2 saya jikalau mereka akan menghadapi perlombaan dibidang akademik.

Saya tahu, mungkin saya tidak sepandai teman-teman saya di bidang akademis, Namun Ibu bilang bahwa “MEMANG KAMU TIDAK PANDAI, TAPI KAMU CERDAS”. Dan itu yang mendorong saya untuk berani mengajar sebagai guru les sejak kelas 1 SMA. Siswa2 saya adalah anak-anak SMP dan SD yang ada di sekitar rumah saya. Iya tahun 2004,Saya ingat gaji pertama saya sebagai Guru les adalah Rp 25.000,- per bulan.Masuknya Setiap hari kecuali Minggu, and that is mean GAJI SAYA CUMA Rp 1.000/datang.

 

Banyak hal yang telah Ibu lakukan,Contohkan pada saya,hal2 yang pernah ibu perjuangkan untuk saya, InsyaAllah tak aka nada yang sia-sia. Terimakasih Ibu.Gambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s